Polisi Kolaka Amankan 1,1 Ton Solar Ilegal

Kompas.com - 09/01/2013, 22:35 WIB

KOLAKA, KOMPAS.com -- Aparat Polisi Sektor Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara kembali mengamankan sekitar 1,1 ton bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dari salah satu mobil Avanza silver bernomor polisi DD 912 XU.

Kapolsek Pomalaa, Ipda Ahmad Troy mengatakan, mobil yang dikemudikan oleh Hidayatullah itu telah dicurigai oleh aparat Polsek Pomalaa yang tengah melakukan Operasi Cipta Kondisi secara rutin di jalan poros Kolaka-Pomalaa.

"Pas anggota kita menahan mobil itu ternyata di dalamnya ada puluhan jeriken masing-masing berisi 35 liter yang solar tanpa dilengkapi dokumen-dokumen pendukung. Makanya mobil beserta solarnya kita tahan dulu untuk ditindaklanjuti," ungkapnya, Rabu (09/01/201).

Ipda Ahmad menduga solar ini bersubsidi dan dikumpulkan untuk dijual kembali dengan harga tinggi. Sebab, mobil ini tidak dilengkapi dengan dokumen resmi serta surat-surat lainnya. Bahkan, dia menduga solar tersebut akan diselundupkan ke lokasi tambang yang memang marak di daerah Pomalaa.

"Nanti semua akan terbukti kalau sudah tiba di kantor. Siapa pemiliknya dan solar itu mau dibawa kemana. Ya, itu tadi, kalau dugaan sementara mau dijual ke perusahaan tambang yang tersebar di Pomalaa ini," tambahnya.

Sang sopir, Hidayatullah mengku kepada petugas bahwa solar yang dia angkut itu berasal dari dua tempat yang berbeda dan akan dibawa ke Kolaka guna ditampung lagi. "Nah, sopir itu mengaku sama anggota setelah didesak, ternyata solar ilegal itu dari Kabupaten Bombana dan Kecamatan Watubangga (Kab. Kolaka). Tujuannya di Kolaka, dan saat ini kita tahan dulu sopir untuk diproses dan ditetapkan sebagai tersangka," tegas Ahmad.

Sebelumnya, Polsek Pomalaa juga pernah mengamankan 5.000 liter solar ilegal beserta mobil tanki yang mengangkutnya. Solar tersebut akan dijual ke perusahaan tambang dengan harga yang lebih tinggi lagi. Dengan maraknya aktivitas tambang di Pomalaa diduga menjadi pemicu maraknya penimbunan solar subsidi oleh oknum tidak bertanggung jawab.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau